Sri Muslimatun Usung Toleransi Politik dalam Pilkada

0
232

SLEMAN, 28 Oktober 2020: Kontestasi Pilkada menjadi momentum adu strategi untuk meraup suara sebanyak-banyaknya. Mendatangi tokoh masyarakat atau elit-elit lokal yang memiliki basis massa, lazim dilakukan para kontestan.

Berbeda dengan Sri Muslimatun, paslon nomor urut 2 di Pilkada Sleman, Yogyakarta, memilih pendekatan keberagaman. Ia bersilaturahmi dengan para pengurus Kevikepan Yogyakarta dalam rangka sosialisasi program kerja melalui konsep “toleransi politik.” Menurutnya, toleransi politik adalah instrumen yang dapat bergerak fleskibel menghimpun potensi keberagaman.

“Perbedaan agama, suku, budaya tak perlu lagi diperdebatkan. Saya ingin politik menjadi instrumen untuk memperkuat toleransi sekaligus alternatif baru membangun Sleman,” jelasnya di Kevikepan DIY. Jl. Panembahan Senopati, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Rabu, 28 Oktober 2020.  

Hadir dalam perteman itu pimpinan Kevikepan, antara lain Romo Adrianus Maradiyo dan Romo Sapto Nugroho. Mereka berbincang seputar kondisi sosial dan potret keberagaman di Yogyakarta yang perlu diperhatikan.

“Kami senang dan menyambut baik gagasan “politik toleransi.” Harapan kami seluruh perbedaan dapat terkonsolidasi secara matang agar pembangunan lebih tertata,” ujar Romo Sapto.

Pada kesempatan tersebut Muslimatun mengakui masih banyak anggapan bahwa politik hanya urusan kepentingan. Para kontestan Pilkada cenderung merapat kepada kelompok dengan basis massa yang banyak. Padahal lebih dari itu, politik dapat digunakan untuk menjaring aspirasi dari berbagai komponen masyarakat, tanpa melihat mayoritas atau minoritas.

“Politik toleransi itu kan sifatnya menyatukan berbagai aspirasi, sehingga dalam pembangunan ada partisipasi dari semua komponen. Saya menilai, Kevikepan ini komponen yang sangat penting untuk dilibatkan,” kata Muslimatun.

Muslimatun juga menerima pakta integritas dari Forum Masyarakat Katolik Kabupaten Sleman yang berisi gerakan moral untuk komitmen kebangsaan.

“Saya mendukung sepenuhnya gerakan berbasis kebangsaan. Biarkan masyarakat tahu kalau saya menjadikan politik sebagai ikatan untuk keberagaman, ikatan untuk membangun kesejahteraan,” ujar sosok yang dikenal Ibune wong Sleman itu.(RO/ZAR/RED).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here