Ini 17 DPO Pelaku Serangan Pos Koramil Maybrat Papua

Ini 17 DPO Pelaku Serangan Pos Koramil Maybrat Papua

MANOKWARI, 10 September 2021: Polda Papua Barat merilis 17 Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penyerangan Pos Koramil Persiapan Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat yang berbuntut tewasnya empat prajurit TNI.

“Ke-17 nama tersebut diduga pelaku tindak pidana berdasarkan keterangan saksi dan tersangka lainnya,” kata Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi, dalam keteranganya, Jumat (10/9).

Mereka antara lain, Manfred Fatem, Silas KI, Martinus Aisnak, Titus Sowe, Yunus KI, Musa Aifat, Moses Aifat, Moses Worait, Irian KI, Yohanes Yaam, Agus Kaaf, Melkias KI, Melkias Same, Setam Same, Alin Fatem, Agus Yaam, dan Robi Yaam yang merupakan para anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB)

Adam menjelaskan bahwa penetapan ke-17 DPO didapat dari hasil pendalaman terhadap dua tersangka berinisial MS dan MY yang sebelumnya sudah berhasil ditangakap beberapa hari lalu.

“Dari 17 nama tesebut, SILAS KI merupakan KETUA KNPB SEKTOR KISOR yang juga pengagas dari kegiataan penyerangan tersebut. sedangkan yang 18 lainnya (termasuk yang 2 Sudah di tangkap) merupakan personil militan anggota KNPB sektor kisor dan sekitarnya,” jelasnya.

Atas perbuatanya yang menewaskan Lettu Dirman (dan posramil), Serda Amrosius, Praka Dirham, Prati Zul Ansari, dan Luka Berat Sertu Juliano. Mereka pun dikenakan sangkaan Pelaku pembunuhan berencana Pasal 340 KUHP Sub Pasal 338 Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1E dan 56 Ayat 1 ke 1E.

“Kami mengimbau masyarakat Kampung Kisor agar tidak takut beraktifitas dan bisa kembali ke rumah masing-masing. Saat ini kami masih melakukan introgasi terhadap 17 pelaku agar mempertanggung jawabkan perbuatanya,” ucap kabid humas.

“Saat ini personil TNI/POLRI di lapangan hadir bersama masyarakat dengan tujuan memberikan rasa aman. Tidak ada oprasi militer di Maybrat,” tambahnya.

Sebelumnya, Pos Komando Rayon Militer (Posramil) Persiapan Kisor, Distrik Aifat Selatan, Maybrat, Papua Barat pada Kamis (2/9) dini hari mengalami penyerangan oleh kelompok spararis teroris (KST) yang menggunakan senjata tajam hingga menewaskan 4 personel TNI AD.

“Diduga dilakukan kelompok teroris dengan menggunakan senjata tajam parang mengakibatkan 4 anggota kami gugur dan 2 mengalami luka bacok serta 5 orang dalam keadaan aman dan selamat,” kata Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa di Manokwari, Kamis (2/9).

Dia mengatakan saat ini petugas masih melakukan pemburuan terhadap para pelaku yang dimana ketika penyerangan berlangsung berjumlah sekitar 30 orang. Usai penyerangan para pelaku itu langsung melarikan diri.

“Mereka melakukan kejadian tadi pagi itu memang cukup banyak dan mereka langsung melarikan diri. Setelah menyerang pos dengan parang dan sebagainya. Kita sedang terus mengidentifikasi mereka, apa kemana mereka melarikan diri,” ujarnya.

Selain melakukan pengejaran, Nyoman juga menyampaikan jika pihaknya sedang melakukan evaluasi internal serta mengamankan lokasi kejadian dengan dibantu pihak Polda Papua Barat serta jajaran Pemkab Maybrat.

“Ini sementara kita laksanakan investigasi ke dalam segera sehingga kita bisa evaluasi kedepan untuk mengambil langkah-langkah,” katanya. (Rudinalam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.