Abu Dabi akan Investasikan 314,9 Triliun di Indonesia

0
490
Jokowi - Mohamed bin Zayed
Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheiks Mohamed Bin Zayed di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan, Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab, pada Minggu, 12 Januari 2020. Foto: BPMI Setpres/Rusman

ABU DABI, 13 Januari 2020: PRESIDEN Joko Widodo mengapresiasi kemajuan yang signifikan dalam hubungan kerjasama antara Indonesia dan Persatuan Emirat Arab (PEA). Pernyataan ini disampaikan Presiden Jokowi dalam pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata PEA di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan di Abu Dhabi, PEA, Minggu, 12 Januari 2020.

“PEA akan tetap menjadi salah satu mitra penting kerja sama ekonomi Indonesia, terutama di bidang investasi,” ucap Presiden Jokowi.

Putra Mahkota Mohamed bin Zayed mengatakan bahwa hubungan kedua negara masih dapat ditingkatkan.

“Kita dapat memulai era baru hubungan kedua negara yang lebih erat,” kata Putra Mahkota Mohamed bin Zayed.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi dan Putra Mahkota Mohamed bin Zayed juga menyaksikan pertukaran 16 perjanjian kerja sama antara delegasi Indonesia dan PEA.

“Saya sangat sambut baik, hari ini 16 perjanjian kerja sama dapat dilakukan,” ungkap Presiden Jokowi.

Perjanjian kerja sama tersebut terdiri atas lima perjanjian antar pemerintah di bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme.

Selain itu, terdapat 11 perjanjian bisnis antara lain di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset dengan estimasi total nilai investasi sebesar US$ 22.89 miliar atau sekitar 314,9 triliun rupiah.

Selain kerja sama ekonomi, Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia ingin menjadikan PEA sebagai mitra dalam pendidikan Islam yang modern, moderat dan penuh toleran.

“Hal ini sangat penting artinya bagi upaya mencegah ektremisme dan terorisme,” kata Presiden Jokowi.

Putra Mahkota Mohamed bin Zayed menyampaikan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian.

“Islam tidak pernah mengajarkan terorisme. Islam selalu mengedepankan kedamaian,” ujarnya.

Ditambahkan Mohamed bin Zayed bahwa Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

“Islam di Indonesia dapat menjadi contoh Islam yang damai,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyambut baik pembahasan intensif dalam rangka pembentukan Indonesia Sovereign Wealth Fund.

“Saran PEA, terutama dilihat dari perspektif investor, akan kami hargai,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Putra Mahkota Mohamed Bin Zayed atas dukungan dan bantuan dalam pembangunan masjid dan Islamic Center di Kota Solo dan pemberian tanah dan gedung bagi Kedutaan Besar Republik Indonesia di PEA.

Sebaliknya, Putra Mahkota Mohamed bin Zayed menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Jokowi dan delegasi Indonesia.

“Selamat datang di rumah kedua,” kata Putra Mahkota Mohamed bin Zayed.

Selama kunjungannya di Indonesia beberapa waktu lalu, Putra Mahkota Mohamed bin Zayed merasa terkesan dengan penyambutan di Indonesia.

“Bahkan kami meniru apa yang dilakukan di Indonesia, di sini juga kita bertemu dengan anak-anak yang membawa bendera PEA dan Indonesia,” ungkap Putra Mahkota Mohamed bin Zayed. (BPMI Setpres/Sis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here